Ranti


Lama aku terdiam di tepi pantai ini. Menunggu sosok yang pagi tadi berjanji ingin bertemu. Satu jam, dua jam, tak kudapati sosok itu. Satu pesan singgah di ponselku, berharap dari dia. Ah, bukan rupanya. Kurasa akan percuma berlama-lama di sini, toh gelagat kedatangannya pun tak ada. Kubangkitkan ragaku, hendak beranjak, namun ternyata sosok itu telah ada di depanku. "Maaf." katanya singkat.
"Hanya itu yang bisa kaukatakan? Tidak ada penjelasan lain?"
"Isteriku..."
"Oh, aku tau." kusela kalimat tak tuntas darinya dan aku pun berlalu.
"Tunggu, Ranti!" cegahnya.
"Tidak ada yang perlu kutunggu, Pram. Kembalilah kepada isterimu, dia lebih membutuhkanmu." kataku tanpa menoleh ke arahnya.
"Tapi anak kita?"

Comments

Popular Posts