Tatapan
Boleh aku
berbicara? Katamu. Bukankah itu kau sedang berbicara? Balasku. Kau tersenyum
dalam gelenganmu. Tidak! Kau tidak boleh bicara. Hari ini giliranku. Dua tahun
lebih kita tidak pernah berbicara, hanya karena status kita berubah. Sekarang kau
datang dan aku bimbang. Untuk itu kau cukup hanya menjadi pendengar saja,
setidaknya untuk 30 menit ke depan. Setelahnya silakan bicara sesukamu. Aku akan
jadi pendengar yang baik. Ah, kan, kau menatapku lagi. Kali ini bukan hanya
jantungku yang tertembus, ini sudah ke hati. Kalau kau menatapku begitu tak
kan tahan aku bicara 45 menit ke depan, karena jantung dan hatiku terisi penuh dengan
tatapanmu. Dan kini, giliran matamu pula yang berbicara. Aku menyerah. Bicaralah
kau sekarang aku akan diam.
Comments
Post a Comment