Cinta...


Hilang lagi kata-kataku. Kata-kata yang biasanya bertumpuk di kepala kini hilang tak tahu kemana. Untuk mengungkapkan sesuatu pun aku tak mampu. Bagaimana mungkin terungkap, kalau huruf pun entah di mana menyelinap.

Dua jam kutunggu, kata-kata itu tak kunjung datang. Ah, bagaimana ini? Padahal ada yang  benar-benar ingin kuungkapkan. Sesuatu yang benar-benar penting. Kalau kata kebanyakan orang “ini masa depan”.


Malam datang. Mengapa malam sudah datang. Sedangkan kata-kataku belum lagi bermunculan. Ah, bagaimana ini? Bagaimana kalau dia sudah menungguku mengungkapkan jawaban? Bagaimana kalau dia sudah berdiri di depan pintu rumahku dan bertanya “apa jawabanmu?” Ah, kata itu mengapa dia raib di saat genting seperti ini?

Malam. Malam juga, kenapa cepat sekali? Aaaaa…
Cinta. Iya, itu dia.
Itu jawabannya. 
Cinta.

Comments

Popular Posts