Aku Ingin Bertemu

Garing! Bingung bercampur resah, entah apa yang harus aku lakukan. Kalau saja pesan itu tak singgah di ponsel, mungkin takkan begini jadinya. Pertengahan hari ditemani kebingungan dan kebimbangan hanya karena sebaris pesan. Pesan dari sesosok makhluk yang dengan susah payah dilupakan, tapi tak jua lupa. Bayangannya kembali menari-nari di atas kepala.

"Kenapa kau lakukan itu, Jo?"

"Karena aku cinta!"

"Cinta? Kepada siapa? Kepada dia?"

"Aku tak tahu harus apa, Dis?"

"Cukup dengan tidak melakukan apa-apa, Jo, itu saja!"

"Dis!" aku berlalu.

 

Pertemuan itu berakhir dengan pertengkaran, pertengkaran yang seharusnya tidak perlu terjadi. Dua tahun yang lalu, lawan tengkarku itu orang yang sangat pengertian, perhatian, sabar, dan dengan segala sifat baiknya. Tapi semenjak kehadiran gadis mungil berkursi roda, semuanya berubah. Tak ada lagi pengertian, perhatian, dan yang lainnya.

"Siapa dia, Jo?"

"Mela." katanya singkat.

"Hubungannya denganmu?"

"Calon istriku"

Semenjak itu, tak pernah lagi ada tatap antara aku dan dia. Kuanggap segalanya telah selesai. Dua bulan dari waktu itu dia akan menikah. Dan kini setelah dua tahun, setelah semuanya mulai tak kuingat lagi dia hadir melalui sebuah pesan. Aku ingin ketemu!.

Comments

Popular Posts