Cerita Pagi Ini...
Sehari 80 menit saja sudah seperti 80 jam (resiko masuk kelas aktif dan rawan). Apalagi harus tiga hari berturut-turut. Entah apalah jadinya nanti. Kalau saja harus tiga hari sebenarnya tidak masalah, asalkan jangan berturut-turut harinya.
Mereka itu sebenarnya anak-anak unik yang cerdas, enerjik, tapi butuh perhatian lebih dibandingkan dengan kelas yang lain. Sebuah kehormatan dan kebanggaan apabila bisa "menguasai" mereka.
***
Pagi ini Medan diguyur hujan. Sisanya masih tertinggal di tanah. Basah. Keterlambatan pagi ini membuat hari ini beda dari biasanya. Anak-anak yang biasanya berkicau seperti burung yang kelaparan. Pagi ini tidak, mereka duduk dengan santun dan ikhlas, sepertinya, tidak saling mengganggu seperti biasa. Semua tertib. Melihat keadaan langka begini, timbul pertanyaan dalam hati, "Ada apa dengan mereka? Kenapa perubahannya drastis sekali?"
Namun, hasrat untuk bertanya pun tak terhindarkan, "Kenapa kalian hari ini? Kenapa tidak seperti biasanya?"
"Kami belum siap ulangan, Bu!"
Satu kalimat yang didengungkan secara serempak dengan birama 4/4 menjelaskan segalanya.
"Oke, kita tidak jadi ulangan di les pertama..." Kalimat gantung itu disambut teriakan girang mereka.
"Yeee..."
"Kita ulangan di les kedua ... " Kalimat itu pun masih menggantung.
Dan "ya" tak berkesudahan dari mereka mengakhiri sesi ini...
Comments
Post a Comment