Karya Anak Bangsa_3
Tidak Pramuka, Game Pun Jadi
Putri
Rahma Novia
Hari
Jumat, sebelum adzan Zuhur kami semua keluar kelas menuju kamar mandi untuk
berwudhu. Setelah itu kami shalat Zuhur berjamaah. Setelah itu kami semua
istirahat, ada yang jajan, makan, semuanya berkeliaran. Tak berapa lama bel pun
berbunyi. Kami semua masuk ke lapangan untuk Pramuka.
“Seluruhnya!
Siap Grak!” kata Ketua Dewan dengan lantang. Kami semua pun berbaris dengan
rapi. Setelah kerapian kami diperiksa. Hujan pun turun. Terpaksa kami semua
masuk ke mushalla. Dan karena hari Jumat ini Kakak Pembina kami tidak datang, Kakak
Penegak punya ide. “Gimana kalau kita buat permainan atau games? Daripada hanya
duduk di sini lebih baik kita buat sesuatu yang menyenangkan untuk adik-adik
kita ini?”
“Betul
juga,” kata Kak Nurul dengan senang.
“Tapi
game apa ya yang bisa kita buat?” kata Kak Mawar dengan wajah bingung dan
bertanya-tanya.
“Oke,
oke. Gimana kalau kita buat game Joget,
Sakitnya Tuh di sini? Kan adik-adik kita tahu joget itu. Siapa yang menang,
bakal dapat hadiah. Gimana?” kata Kak Desi dengan wajah merah merona.
“Setuju…”
kata Kak Nurul dan Kak Mawar serentak.
Setelah
menunggu beberapa saat hingga hampir mati kebosanan, Kak Desi pun datang dan
menjelaskan semuanya. Kak Desi menyuruh kami membentuk kelompok. Kelompokku mendapatkan
nomor urut 2. Setelah kelompok pertama maju, tibalah giliran kelompokku untuk
maju. Kami semua deg-degan. Aku terpilih sebagai ketua kelompok, mau tak mau
aku harus mau, terpaksa. Setelah musik dihidupkan, kami pun berjoget sesuai
dengan lagu. Semua orang memperhatikan kami, setelah semua kelompok maju,
tibalah waktunya untuk mengumumkan pemenang. Dari semua kelompok, kelompokku
mendapat nilai 80. Dan ternyata nilai 80 itu adalah nilai tertinggi. Dan kami
menang. “Horeee…” teriak kami bersamaan.
(IX
MTs. Aisyiyah)
Comments
Post a Comment